Stop Dreaming Start Action

Sedikit pengalaman ingin saya bagi di sini. Bukab pengalaman berharga, namun sangat berarti bagi saya pribadi. Ini semua berawal dari rasa frustasi yang saya alami beberapa bulan lalu. Saat itu, gairah dan semangat untuk mengerjakan tugas akhir kuliah begitu tinggi. Memang, ada sebuah tawaran menarik (bagi saya) saat itu, jika saya bisa lulus dalam beberapa waktu kemudian. Tapi peristiwa itu muncul.

Sebuah peristiwa yang saya rasa tidak akan pernah diinginkan oleh siapapun dan oleh mahasiswa seperti apapun. Ya, sebuah ganjalan saya temui di saat semangat lagi tinggi. Ganjalan itu akhirnya membuat semua rencana berantakan. Tawaran tersebut juga lepas dari genggaman. Padahal secara kebutuhan, mahasiswa akhir seperti saya ini sangat butuh hal itu. Sudah tidak ada keinginan lain selain lulus dan bekerja.

Dari peristiwa tersebut, saya mencoba untuk memberanikan diri action. Saya tidak harus terus berada dalam keterpurukan. Stop Dreaming Start Action, itulah yang saya lakukan. Action untuk apa? Ya, apalagi selain bisa menangkap peluang lain yang bisa menjadikan saya bangga. Tekat saya bulatkan, “saya tidak mau lagi meminta uang kiriman dari orang tua lagi!”. Akhirnya, saya memulai babak baru, babak bisnis online.

Dengan bermodalkan 3 blog pribadi yang saya buat skitar 1 tahun lalu, saya memulai itu semua. Berbagai peluang yang ada saya pelajari dan saya mencoba untuk menangkapnya. Tidak banyak yang bisa saya lakukan, karena memang pemula dan otodidak. Dengan terus belajar dan mencoba, di bulan pertama saya mendapatkan hasil yang sangat kecil. Hanya sekitar $25 USD yang saya dapatkan.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya terus belajar dan belajar. Bahkan samapai sekarangpun saya masih belajar untuk pekerjaan ini. Dan alhamdullah, rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah. Setelah 3 bulan lebih saya menekuni bidang ini, kini saya sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup saya di perantauan. Tidak hanya itu, uang SPP kuliah dan uang kontrakan (bersama teman-teman), sudah bisa saya bayar sendiri.

Di satu sisi, ini adalah kebanggaan bagi. Tapi di sisi lain, saya merasa kalau selama ini kuliah saya menjadi terbengkalai. Ya, di samping memang waktu ganjalan yang saya maksud di atas baru saja terlewati. Kini, untuk kedua kalinya saya ingin Stop Dreaming Start Action lagi. Setelah finansial, kini waktunya fokus kembali ke tugas akhir kuliah. Walaupun saat ini, orang tua sudah bangga karena tidak lagi terbebani biaya saya. Tapi saya yakin mereka akan lebih bangga lagi jika saya bisa mendapat gelar sarjana.

Saya yakin dengan apa yang pernah ditulis Joko Susilo dalam blognya kalau “Sukses atau Gagal ada di Tangan anda”. Oleh karenanya, mohon doa dan dukungan dari semuanya. Teman-teman online dan offline. Rekan bisnis dan teman kuliah yang masih dan sudah lulus. Keberadaan kalian semua adalah penambah semangat buat saya.